PEREMPUAN DALAM DINAMIKA SOSIAL MODERN
Perempuan Dalam Dinamika Sosial Modern
Oleh: Anal riskiawati tedje
Assalamualaikum wr. wb
Mendiskusikan tema tentang perempuan sudah sejak lama dilakukan oleh berbagai kalangan akademis hingga aktifis gerakan. Hal ini merupakan gelombang anti klimaks terhadap teori dan praktik kajian yang selama ini menjadikan perempuan sebagai pihak yang inferior bila di perhadapkan dengan posisi laki-laki yang selama ini memegang status quo sebagai pihak superior. Perjuangan mencapai hak-hak perempuan seringkali digambarkan sebagai perjuangan antara tradisi dan moderinisasi. Di banyak negara di dunia, kekuatan-kekuatan agama, suku, dan konservatif, demikian juga berbagai tradisi dan adat-istiadat, memaksa perempuan hanya aktif dilingkungan privat saja, artinya tinggal dirumah dan berperan sebagai ibu rumah tangga, sedangkan pria aktif dilingkungan publik, menempatkan mereka dalam posisi turut mengatur dan menentukan kondisi politik, ekonomi dan sosial masyarakat lokal.
Ketidakadilan peran gender yang sudah membudayatersebut akan mengakibatkan perempuan mengalami proses marginalisasi, subordinasi, stereotip keperempuanan yang cenderung negative, tindak kekerasan dan pelecehan sertabeban kerja domestik yang terlalu banyak. Sementara itugerakan menuju kesetaraan gender sering mendapatperlawanan dan hambatan karena ketidakmengertianmengapa status perempuan harus dipertanyakan, sertamengapa hak-hak istimewa yang dimiliki dan dinikmati laki-laki harus digugat, Perbedaan gender yang selanjutnyamelahirkan peran gender yang sesungguhnya tidaklahmenimbulkan masalah. Secara biologis kaum perempuandengan organ reproduknya bisa hamil, melahirkan, dan menyusui dan kemudian mempunyai peran gender sebagaiperawat, pengasuh, dan pendidik anak, sesungguhnya tidakada masalah dan tidak perlu digugat.
Kondisi seperti tersebut diatas pada akhirnyamenciptakan suasana kehidupan yang tidak mampumengembangkan diri dan berkarya secara otonomi bagibangsa dan negara. Oleh karena itu kondisi tersebut perludihilangkan dengan strategi yang tepat dan mengacu padasebab-sebab terjadinya kondisi tersebut. Perempuan padamasyarakat modern dewasa ini dintuntut untuk berpartisipasisecara aktif dalam pembangunan, yang merupakan salah satuazas pemerataan yang dituju dalam salah satu PELITA kita.Perempuan dalam hal ini mendapat kesempatan untukmewujudkan potensi-potensinya secara optimal. Hal inimerupakan kebutuhan perempuan yang harus dipenuhinya, dan tidak sedikit pula bagi perempuan Indonesia yang telahberupaya memenuhi kebutuhan tersebut baik yang masihberstatus “lajang” maupun yang telah berumah tangga.
Komentar
Posting Komentar